Tampilkan postingan dengan label Argumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Argumen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 April 2017

Bertahan sendiri

April 22, 2017 0 Comments

Aku tau tidak ada seorangpun yang mengerti aku. Aku takut jika banyak orang yang mengejekku, aku takut jika banyak orang yang meremehkanku dan aku takut jika banyak orang yang tak menganggapku bahkan tak seorangpun yang memahami. Tapi biarlah semua ketakutanku aku titipkan pada yang memegang takdir.

Aku sadar bahwa hidup dan kehidupan ada hanya bagi orang-orang yang bekerja keras dan bersungguh-sungguh.

Seburuk apapun masa lalu kita, semendung apapun suasana hati kita atau semuram apapun hari-hari kita, matahari akan tetap terbit, dia akan selalu setia dan menyaksikan kehidupan kita.  Akan selalu ada hari-hari yang menyakitkan didepan sana dan kita tidak akan pernah tahu kapan itu akan menghampiri kita.

Hanya Allah swt dan kita saja  yang mengetahui dalam hati, hanya Allah swt tempat kita mengembalikan semua rasa di dalam hati, hanya Allah swt pengubat sakit dan lara hati ini.

Hanya  dengan mengingat Allah swt lah kita berusaha menenangkan hati ini ketika tidak ada seorangpun yang memahami perasaan dalam hati kita.

Sabda Rasulullah “Perbanyakkanlah membaca La Haula Wala Quwwata Illa Billah kerana sesungguhnya bacaan ini adalah ubat bagi 99 penyakit, yang mana penyakit paling ringan adalah kebimbangan” (Riwayat Al-Uqaili melalui jabir r.a.)


Cukuplah kita sendiri yang mengetahuinya dan Allah swt lah tempat kita menumpahkan segala rasa yang ada di hati, hanya Allah tempat kita mengadu, tempat kita berserah diri.

Selasa, 18 April 2017

Tak Biasa

April 18, 2017 0 Comments


Gue sadar nggak semua pasangan bisa gue perlakukan sama dan memperlakukan gue secara sama.
Gue harus sadar dia yang sekarang itu punya dunianya. Dan gue harus hargai itu. Gue harus bisa lebih mandiri dan menciptakan dunia gue sendiri. Dan gue hanya butuh waktu untuk membuat yang tak biasa ini menjadi terbiasa.

Ternyata mencintai orang yang tak mencintai kita itu rasanya sesakit ini

dan hendaknya kepada Tuhanmulah engkau berharap (Al-Insyirah 8)
berharap pada manusia hanya akan menimbulkan kepahitan dalam hidup
maka berharaplah pada Allah.. yang janjiNya selalu pasti.

Sabtu, 15 April 2017

Segala Hal Tentang Cinta

April 15, 2017 0 Comments
Sebenernya gue bukan cewe labil yang masih mikirin cinta. But disini gue akan nulis titik bengeknya segala hal tentang cinta menurut gue, hasil pengalaman gue. Oke cekidot.

*Cinta.

Apa sih itu Cinta?

Ada yang bisa jawab?

Yuk mari tulis pendapat anda tentang definisi Cinta di kolom komentar.

Bagi gue sih cinta itu utuh.

*Kemudian gue kembali lagi bertanya. Apa yang membuatmu jatuh cinta padanya?

Silahkan jawab dikolom komentar.

Jika kamu bilang mencintainya karena dia cantik/ganteng, baik, tajir, cerdas, bla bla bla. Itu bukanlah cinta namun rasa kagum.

Cinta itu tulus. Murni. Suci. Cinta tak ada syarat ketika mencintai. Tidak peduli si cantik dan si jelek. Si kaya dan si miskin. Si tampan dan si jelek. Si tua dan si muda. Si pintar dan si bodoh. Begitupun sebaliknya.

Ketika cinta itu hadir bahkan tak ada seorangpun yang mampu mencegahnya.

Cinta itu buta. Tak tau akan logika.

Cinta itu tidak tau apakah mimpi atau nyata.

Cinta tak tau datang dari mana kepada siapa. Bisa saja kamu jatuh cinta di sekolah, restoran, mall, perumahan, jalan, sosmed, kantor dan bisa jadi dimana-mana kamu jatuh cinta 😂😂

Oke deh serius lagi ya.

Cinta itu ketulusan dalam pengorbanan.
Dimana kamu akan meneteskan air mata karenanya. Kamu akan berusaha untuk melakukan yang terbaik tanpa berharap sedikitpun balasan darinya.

*Pernah ngerasain yang namanya 'Cinta Tak Harus Memiliki'?

Kata orang dulu sih rasanya seperti meluk kaktus. Semakin erat kamu mencintainya maka akan semakin sakit.

Apakah itu sia-sia?

Tidak. Tidak ada yang sia-sia didunia ini.

Namanya juga cinta.

Cinta ketika kamu merasakan mencintai, meski dia telah pergi dan takkan kembali...

Pernahkan kamu menyadari,
Kamu sanggup meluangkan diri demi seseorang yang kamu cintai...
Meski kamu tahu, ia takkan pernah peduli? Ataupun ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi meninggalkan dirimu sendiri...

Apakah kamu menyesal telah berusaha memperjuangkan cintamu lantas dia tetap pergi?

Jangan pernah menyesal kehilangan dia. Bahkan dialah yang seharusnya menyesal kehilangan cintamu yang begitu hebatnya. Yakinlah Allah swt telah mempersiapkan seseorang yang tepat untukmu.

Ketika Kamu kehilangan, sang pencipta akan menyiapkan Cinta yang lain untukmu...
Kamu tetap bisa mencintainya, meski cinta tak dapat kau rengkuh dalam pelukanmu...
Karena memang benar cinta ada dalam jiwa, bukan dalam raga...

Apa yang dimata hamba baik, belum tentu BAIK menurutNya...
Apa yang buruk menurut hamba, mungkin adalah yang terbaik menurutNya...

*Pernahkah ngerasain yang namanya Kehilangan dia yang begitu tulus selama ini?

Ketika kamu sadar dia yang begitu setia, begitu tulus selama ini, dia yang meneteskan air matanya untukmu, dia yang selalu memberikan yang terbaik untukmu. Dia yang rela menunggu pintu hatimu terbuka. Hingga dia temui lelah yang selelah-lelahnya. Dia. Cintanya telah pergi oleh karena kamu menyia-nyiakannya. Dan ketika kamu sadar. Dia tak mungkin kembali.

Ketika kamu ingin mendapatkan kesempatan yang kesekian kalinya nyatanya dia sudah pergi bersama cintanya tanpa pernah menoleh lagi kebelakang.

Kamu menyesal bahkan menutup pintu hatimu demi dia. Dia yang pernah kamu sia-siakan kemudian kamu tempatnya dia ditempat special dalam hatimu yang bernama 'kenangan terbaik'.

Jangan la kamu menyia-nyiakan cintamu. Karena bisa jadi orang yang sekarang berada disampingmu nyatanya adalah orang yang terbaik yang akam kamu sadari nanti.

*Apakah kamu telah bersama orang yang kamu cintai dan mencintaimu?

Jika  iya.
Gue ucapin selamat. Pertahankann dia. Cintai dia secara utuh. Karena  mempertahankan lebih sulit dari pada mendapatkan.

Jika belum.
Jangan pernah merasa sia-sia atau berpikir dunia ini tidak adil. Karena semua yang tercipta didunia ini adil adanya. Mungkin suatu saat akan ada yang menepuk bahumu dan menyadarkanmu bahwa dia telah menunggu untuk menjadi teman hidupmu.
 Bersabarlah...
Karna cinta akan berjalan pada jalannya...
Biarkan ia mengalir layaknya air, dengan prinsip akan tetap jernih hingga ke ujung muara, niscaya dia akan terasa indah pada waktunya.

Udah sampe sini dulu ya. Eh ngomong-ngomong kox gue jadi dapat ide buat lanjutin tulisan ini di wattpad ya? Padahal tadinya gue iseng aja lo. Suer deh! Tapi nggak apa-apa la. Mungkin ini ide dapatnya ilham dari Allah swt.

Ya kata pepatah sih 'Banyak jalan menuju Roma.' Dan bagi gue sih banyak cara supaya suatu saat gue bisa membuat nama Miera Latte melambung tinggi. Kali aja kecapai. Amin.

Pantaskan men-Judge seseorang

April 15, 2017 0 Comments

Kali ini saya mau sharing tentang judul diatas.

Sebelumnya saya minta maaf dulu buat para pembaca jika tulisan saya kurang dimengerti. Maklum saya masi belajar merangkai kata-kata menjadi kalimat yang benar.

Menurut pengalaman pribadi saya baik laki-laki maupun perempuan cenderung lebih mengingat hal buruk seseorang dari pada kebaikannya.
 Saya termasuk dalam salah satu kategori tersebut. Dengan begitu mudahnya melabel seseorang dengan kata 'Baik' ataupun 'Buruk'.

Pantaskah demikian?
Jawabannya adalah tidak pantas.

Mengapa demikian?
Hakikatnya setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, punya alasan tersendiri mengapa bersikap demikian. Dan tentunya jika dijabarkan tentu akan panjang ceritanya.

Saya ambil dari pengalaman pribadi saya aja deh ya.

Suatu hari saya berkenalan dengan orang yang saya yakini adalah orang yang baik, jujur dan terhormat. Lantas benar kah nyatanya demikian? Nyatanya seiring perjalanan waktu orang yang sebelumnya telah saya beri label 'Baik' ini malah bersikap sebaliknya, bersikap jahat, arogan dan menghancurkan kepercayaan saya.

Lalu apa yang saya dapatkan setelah orang yang saya yakini baik ini bersikap sebaliknya?
KEKECEWAAN.

Dan suatu hari saya pun dihadapkan kepada seseorang yang saya yakini adalah orang yang 'Buruk' terutama masalalunya. Ketika ia meminta izin untuk hadir dalam kehidupan saya, saya dengan tegas menolak orang tersebut karena merasa dia buruk dan seolah-olah saya tidak pantas berhubungan dengan orang tersebut. Saya berpikir orang baik layak hanya untuk orang baik.

Orang tersebutpun meminta maaf dengan saya. Sambil menceritakan masalalunya yang penuh lembah hitam. Dan memberitahu saya bahwasannya dia telah bertobat dan kembali pada jalan yang benar.

Tapi nyatanya saya tetap bersikap tak peduli dan menutup diri dari orang tersebut.

Dan anda tahu para pembaca. Dialah orang yang saya beri label "Buruk" yang malah membatu saya dalam keadaan tersulit. Disaat semua orang menjauhi saya dialah yang datang merangkul saya dan berkata "Tenang aku ada disampingmu". Disaat  semua orang mencemooh saya dialah yang memuji saya "Kau begitu sempurna dan istimewa".

Apa yang saya rasakan?
MALU DAN PENYESALAN

Dari pengalaman pribadi saya juga membuka hati saya lebar-lebar. Bahwasannya jangan pernah melabel seseorang baik ataupun buruk. Jangan terlalu memberi harapan ataupun menutup hati. Karena setiap orang layak dan pantas dianugerahi oleh yang namanya kepercayaan. Sampai orang itu sendiri yang merusaknya.

Jangan pernah anda menganggap diri begitu tinggi sehingga ada seseorang yang tak layak hadir dalam hidupmu. Derajat manusia hanya Tuhan lah yang menentukan. Bukan kita.

Dan jika ada orang yang telah bertobat dari hal yang buruk. Seharusnya kita bisa merangkul dia, membimbing dia, memberikan support. Bukan malah memandang sebelah mata kemudian berlalu pergi.

Ingat orang yang mempunyai masalalu buruk dan bertobat kembali ke jalan yang benar jauh lebih baik dari pada orang yang tak pernah berbuat buruk dan merasa diri terlalu tinggi sehingga tanpa sadar dia telah menyakiti sesama.

Saya pernah membaca hadist bagaimana hukumannya untuk orang yang menghina oranglain. Dan dari yang saya baca. Orang yang menghina oranglain tidak akan mati sebelum berbuat dosa yang sama seperti orang yang telah dihinanya.

Saya yakini benar adanya pernyataan tersebut. Karena saya telah merasakan karma atas apa yang saya lakukan.

Saya pernah dalam hati menghina seseorang yang saya anggap buruk. Padahal dia tidak pun menyentuh hidup saya. Tidak sedikitpun merugikan saya. Lantas seiring perjalanan waktu. Dan Takdirpun berjalan sesuai kehendak Sang sutradara. Hal yang tidak mungkin saya lakukan akhirnya saya lakukan. Saya melakukan dosa yang saya seperti orang yang pernah saya hina didalam hati.

Saya menulis pengalaman saya agar tidak ada orang yang terkena karma seperti saya. Dan orang-orang yang bertobat dapat mendapatkan tempat dan kepercayaan dihati kita semua.

Whahhahaha.. kox jadi curhat ya?
Ya sudahlah.
Intinya saya hanya mengingatkan kepada semua. Jangan pernah menjudge seseorang baik ataupun buruk. Karena semua manusia itu sama. Tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah. Derajat manusia hanya Allah swt yang tau. Jadi tetap miliki prasangka positif, dan tidak menutup diri pada siapapun. Ambil hikmahnya buat buruknya.

Saya Miera Latte cabut!! BYE

Selasa, 11 April 2017

Cuap-Cuap!!

April 11, 2017 0 Comments
Kembali lagi nih sama gue ya para pemirsah!! Ha-Ha

Disini gue mau ngabarin sesuatu yang sebenarnya kagak penting-penting amet sih. Gue baru aja dapat inspirasi buat nulis karya hidup gue yang judulnya "IPS 5". Gue masih berencana sih para pemirsa ya. Ntah akan gue jadiin humor atau teenfiction ataukah dua-duanya. Yang jelas pastinya seru ya.

Ini cerita gue ambil dari coretan hidup gue sendiri. Dimana tokoh utamanya namanya Lala. Lala yang disandingkan duduk semeja dengan cewe modis keren abis model papan atas. Lala yang awalnya jatuh cinta sama pangeran berkacamata malah jadian sama anak Ipa yang berbeda agama. Disini gue juga akan jelasin kegokilan anak Ips 5. Dimana Lala yang kalem bersahabat dengan Adevia yang ngajari buat ke kantin saat jam pelajaran, ke uks pura-pura sakit buat kagak ikut upacara, bolos, dihukum guru, ketahuan kasi contekan ke orang de el el. Gimana keseruan dan perjuangan keras anak Ips 5 dalam menghadapi segala macam tugas dan praktek demi kelulusan. Disini juga gue akan ceritain dimana Lala akan bingung saat kelas 3 SMA. Dikasih pilihan antara pangeran berkacamata, mantan yang ngajak balikan dan nikah, guru sosiologi yang jatuh hati padanya dan ingin membiayai kuliahnya nanti, dan keterimanya tes kursus Pramugari. Dan endingnya gue akan bikin secara fiksi. Ya kagak mungkin dong gue tulis endingnya akhirnya gue cuma kerja ditoko. Kan nggak lucu ya para pemirsah 😂😂😂. Endingnya ntar bakalan gue rombak abis-abisan. Gue cuma mau ngenalin ke dunia. Ini lo Miera Latte si cewe yang sekarang kerjanya ditoko doang tapi punya kenangan dan jalan hidup yang seru abis. Disini gue juga akan pake nama asli temen-temen gue. Jadi buat temen gue yang nyasar baca dan tau gue udah nulis jelek-jeleknya dia gue minta ampyun deh ya! Gue sengaja. Ho'oh. Gue kagak bohong gue emang sengaja. Tapi gue harap kalian ikhlas.

Buat yang kagak sabar buat baca Mahakarya gue. Jangan Ge-er dulu. Gue kagak akan post disini. Trus dimana? Rahasia! Gue juga kagak akan publish sekarang. Takutnya kalo dari awal gue udah publish dan tau viewernya dikit gue jadi down dan akhirnya jadi writer block. Gue akan tulis dan simpan catatan itu di draf. Setelah rasa-rasanya  udah cukup banyak baru deh gue publish satu-satu.

Oke sekian dulu cerita dari gue. Gue mau mampir dulu di bee. Udah lama gue kagak buka bee lagi. Kemaren sih udah gue uninstall ya. Tapi gue pikir-pikir dari pada suntuk mending gue download lagi. Dan gue juga kagak akan sering-sering ke blog ini. Tenang. Gue akan mampir sehari sekali kox buat nulis apa aja dalam hidup gue.


Gue Miera Latte cabut. BYE

Senin, 10 April 2017

Jodoh

April 10, 2017 0 Comments
Hari ini aku bangun jam 8.40 para pemirsah. Dari yang bangunnya aja udah jelas-jelas telat. But, aku kan orangnya masa bodo. Siapa sih yang berani marah sama aku? Kagak ada yang pantas.

Ini karena efek sakit. Padahal tadi malam tidurnya cepat. Trus ini kox bangunnya lambat. Mungkin kalo sakitku ini kagak sembuh-sembuh terpaksa aku harus ke luar kota.


JODOH

Aku nggak tahu kamu itu nyata atau fiktif belaka. Aku nggak tahu kamu itu ilusi atau sekedar luapan emosi. Aku nggak tau kamu itu pelarian atau tempat berlabuh. Yang jelas, padamu aku menyimpan harapan tertinggi setelah Tuhan. Aku menyimpan harapan kamu bisa membahagiakan aku. Aku menyimpan harapan kamu bisa berjalan beriringan dengan ku. Bisa seutuhnya meluk kamu dengan jemari aku. Bisa rasain detak jantung kamu. Bisa begitu dekat dengan kamu.

Aku nggak tahu kamu siapa. Kamu yang membuat aku bertanya-tanya dalam hati. Dengan bayangmu saja sudah membuat aku jatuh cinta. Apalagi jika hal itu terjadi. Pasti aku adalah orang yang paling beruntung saat itu.

Jumat, 07 April 2017

Umur Berapa Yang Pas Untuk Menikah?

April 07, 2017 0 Comments
Umur Berapa Yang Pas Untuk MENIKAH?

Ha-Ha. Coba renungkan kembali pertanyaan di atas.

Umur berapa yang pas untuk menikah?
Dan jawaban saya adalah relatif, tidak mutlak dan tergantung setiap individu dan Tuhanlah yang merestui.

Ada yang tidak setuju atas jawaban saya??

Terserah.

Saya telah bertanya kepada beberapa orang yang saya jumpai tentang berapa umur yang pas untuk seseorang menikah.

Dan tentu jawaban yang saya jumpai pun beragam, berbeda-beda dan tentunya diperkuat dengan alasannya sendiri-sendiri.

Setiap orang punya pandangan sendiri tentang umur yang ideal untuk setiap orang memulai hidup bahtera rumah tangga. Dan tentunya punya prediksi harapan tersendiri kapan ia akan siap untuk itu. Tapi tidak dipungkiri. Banyak juga yang meleset dari harapannya. Ada yang ternyata ditakdirkan lebih cepat dan ada yang ditakdirkan lebih lambat bahkan ada yang kunjung tak ketemu pada hari tersebut.

Salah satu contohnya saya. Saya yang dulu memprediksikan akan menikah diumur 20tahun. Dan nyatakan sampai 21tahun saya belum juga menikah. Kenapa bisa begitu? Karena siapnya saya belum tentu siap kata Allah swt. Benar??? Yang kita anggap kita belum siap lantas bisa jadi Allah swt mengganggap kita sudah siap. Allah swt yang lebih tahu akan sesungguhnya diri kita, yang terbaik untuk kita. Lantas apa yang harus kita lakukan? Tentunya terus memperbaiki diri.

Saya yakin tidak ada seseorang yang sempurna didunia ini termasuk saya. Setiap orang punya kekurangan. Dan mungkin saja kita dihadapkan kepada seseorang yang mempunyai kekurangan. Apakah kita langsung menghardiknya lantas langsung meninggalkannya karena beranggapan bahwa dia tak layak untuk kita?

Dan bagaimana jika kita yang punya kekurangan. Tentu kita berharap agar orang tersebut mau menerima kita seutuhnya. Benar bukan?

Pikirkan dan renungkan kembali.
Jodohmu cerminan dirimu. Ia hadir sebagai pelengkap dirimu. Sebagai partner hidupmu.


Saya Miera Latte cabut. BYE!!



Kamis, 06 April 2017

Menulislah...

April 06, 2017 0 Comments
Lebih baik menulis daripada tidak sama sekali. Benar apa benar?

Ya begitupun saya yang jelas-jelas masih orang baru dalam dunia tulis menulis. Ternyata di atas langit masih ada langit. Begitulah tepatnya.

Saya adalah penulis yang pamrih. Ya saya yakin para penulis yang lain juga begitu. Coba pikir jika tidak pamrih pasti disimpan aja catatannya difolder. Namun nyatanya tidak. Tulisannya malah di publish agar dibaca oleh banyak orang, biar dikenal oleh banyak orang, selalu ngecek jumlah viewer dan komen. Benar?

Kenapa begitu?
Karena para penulis dan pembaca mempunyai ikatan simbiosis mutualisme. Yaitu saling membutuhkan dan memberi manfaat. Dimana para penulis butuh para readers dalam mengapresiasikan karya, butuh dukungan. Dan para readers juga butuh manfaat dari yang ia baca. Ntah itu hiburan ataupun pengetahuan.

Buku adalah jendela dunia. Jadi saya yakin sekali para penulis pasti memiliki otak yang cerdas. Karena apa? Karena mereka mampu membuka wawasan para pembaca melalui tulisan mereka.

Apakah hanya orang cerdas saja yang bisa menulis?
Tentu tidak. Orang biasa-biasa seperti saya juga bisa menulis. Tidak perlu harus jadi cerdas dan berpendidikan dulu. Malah jika masih SMP sudah belajar menulis sangat bagus peluangnya. Orang yang cerdas namun tidak menulis sama saja belum bisa dikatakan cerdas karena dia belum memberikan manfaat atas kecerdasannya. Ilmu itu akan abadi bersama tulisan. Maka menulislah. Apapun alasannya. Menulislah karena kita akan terkenang oleh waktu.